Nama : Achmad Faisal
NPM : 201243500540
Kelas : S1D
Nama saya achmad faisal, saya lebih sering di panggil ichal, walaupun
terkadang ada yang panggil saya faisal ataupun achmad. Saya tetap menoleh
kepada orangnya bila memanggil saya seperti itu,hehe,hehe,hehe. Saya hanya
mempunyai satu kakak, saya suka sekali dengan anak – anak, karena saya tidak
mempunyai seorang adik.
Ketika saya kecil, saya lebih sering di rawat oleh nenek, kakek, dan ibu
saya. Kedua orang tua saya berpisah pada saat saya berumur 6 tahun. Saya tidak
merasakan dampak apapun pada saat itu, karena saya hanya seorang anak kecil. Namun
pada saat saya mulai bertumbuh dewasa, banyak hal yang membuat saya bingung dan
tidak bisa mengetahui apa yang harus saya lakukan.
Saya sekolah di SDN 01 pagi, lokasinya di dekat dengan rumah saya. Saya
mulai mendapatkan teman, dan mulai melupakan butuhnya seorang ayah, walaupun
tidak sepenuhnya. Saya merupakan anak yang pendiam, tidak pintar, dan pemalu,
saya belum menyadari kemampuan saya pada saat itu, bahwa saya sebenarnya orang
yang berani, dan asik (hehe, hehe, hehe). Saya senang sekali bermain video
game, mungkin itu juga yang mengakibatkan saya malas dan tidak jadi pintar.
Singkat waktu, saya sudah lulus dari SDN 01 pagi, namun yang anehnya saya
bisa masuk sekolah unggulan SMPN 68, dan banyak teman – teman saya yang ingin
masuk ke sana, namun tidak di terima, mungkin karena cara “menghitung kancing”
saya sedang mendapatkan keberuntungan,,hehe,,hehe,hehe. Saya masuk ke sekolah
SMPN 68, saya merasa itulah kenangan paling buruk. Pada tiap harinya saya
merasa jadi beban bila ingin berangkat sekolah. Apalagi bila bertemu dengan
guru matematika, dan saya masih ingat wajah dan namanya karena begitu
menakutkan guru itu, hehe, hehe, hehe
Di sini saya menyebut masa – masa suram saya dalam hidup. Pelajaran tidak
bisa saya mengerti, teman sebenarnya ada, namun saya merasa berbeda di
bandingkan mereka, mungkin karena saya juga memiliki sifat minder. Bahkan
karena rasa tertekan itu, saya sampai membolos hampir satu semester, nekat
memang, namun saya tidak tahu apa lagi yang saya harus lakukan.
Saya juga memiliki perasaan dengan teman saya, namun apa daya, cinta
bertepuk sebelah tangan. Tanpa saya ungkapkan juga sudah di tolak, hehe, hehe,
hehe. Tiga tahun saya hanya menyukai teman wanita saya itu, saya hanya bisa
melihatnya, melihat senyumnya, melihat jalannya, melihat tawanya, bila dia
mengajak untuk berbicara pun tidak pernah, hanya memanggil bila membutuhkan,
sedihnya,,hehe,hehe,hehe. Memang terlalu cantik, dan dia juga anak yang pintar,
jadi, ya saya hanya bisa mengaguminya saja.
Tidak banyak hal yang menyenangkan di saat saya sekolah di SMP, semuanya
berlalu dengan cepat, tanpa saya ingin mengingat – ingat lagi betapa lemahnya
saya. Namun itu menjadikan pelajaran yang berharga untuk hidup saya. Sampai
saat ini, saya sangat jarang bertemu dengan teman – teman SMP saya. Nomor
handphone merekapun saya tidak mempunyainya.
Saya lulus dengan nilai yang pas, dan saya masuk sekolah SMA Darul
Ma’arif, disinalah titik balik kehidupan saya. Awal saya masuk di sekolah ini,
saya mengikuti pencak silat, yaitu merpati putih, di sini saya menemukan
keluarga baru saya, saya bertemu dengan sahabat saya, saya menjadi orang yang
berani, bahkan terkadang terlalu berani.hehe,hehe,hehe. Saya menjadi percaya
diri, dan banyak pengalaman hidup yang di ajarkan oleh pelatih – pelatih saya. Saya
mengikuti organisasi OSIS, menikmati setiap harinya dengan segala kegiatan dan
kesibukan menjadi anggota OSIS. Dan di sini urusan percintaan saya lebih banyak,
walaupun tidak ada satupun yang menjadi kekasih saya, hehe, hehe, hehe
Di kelas XI saya masih mengikuti OSIS, saya juga mengikuti pemilihan
menjadi ketua OSIS, namun saya kalah, dan akhirnya saya menjadi wakil ketua OSIS,
namun saya tetap semangat. Saya ingat pada saat kelas XII saya mendididik para
murid baru, atau MOS. Saya menjadi orang yang sangat galak, yang sukanya marah
– marah, saya paling senang membentak di depan wajah anak murid tersebut, saya
suka memukul dinding atau menendang lantai, namun itu semua hanya berpura –
pura saja, maka dari itu tidak ada murid baru yang tidak mengenal saya pada
saat itu. Apa lagi saya anggota Merpati Putih, mungkin mereka juga merasa
takut, hehe, hehe, hehe. Saya juga sempat mengikuti taekwondo saat itu, namun
tidak lama karena terlalu lelah, hehe, hehe, hehe,,
Saya senang sekali dengan masa – masa saya di SMA, saya juga mempunyai
seorang sahabat, dia yang selalu menemani saya, bergadu pendapat, ya, dia benar
– benar sahabat sejati, namun sayang, setelah tiga tahun saya bersahabat dengan
dia, dia harus pindah keluar kota, dan saya merasa sepi, sampai saat ini pun
saya belum mempunyai sahabat, saya berharap di UNINDRA ini saya bisa menemukan
sahabat. Amin..
Saya sekarang sudah berusia 21 tahun, saya ingat pada kejadian satu tahun
yang lalu, saat itu saya sedang bertengkar hebat dengan pacar saya, memang
sudah waktunya mungkin, karena usia pacaran saya pada saat itu, sudah mencapai
3 tahun.
Saya cape, saya lelah, dan saya jenuh, saya juga merasa tidak di hargai
sebagai seorang kekasih pada saat itu, itulah alasan saya untuk meninggalkan
dia pada saat itu, dan akhirnya saya benar – benar meninggalkan dia.
Mungkin memang sudah sifat perempuan ya, saat ada, hanya di cuekin, di
diamkan, dan rasa perduli seperti hilang, sms jarang, menelfon apalagi, ketemu
susah, saat ketemu bukan hal – hal yang indah yang di dapat, justru lebih sering berantem dan berantem.
Pada awalnya saya diamkan saja, bahkan terkadang tidak saya tanggapi,
namun namanya juga cinta. Akhirnya saya pun luluh juga, dan kembali menjalin
hubungan dengan dia lagi. Dan dengan berjalannya waktu,ya seperti pasangan yang
baru pertama kali pacaran, penuh dengan tawa, canda, senyum, saling perhatian,
saling mendukung, saling menarik perhatian, ya rasa – rasa yang membuat hari –
hari saya lebih berwarna.
Dia di mata saya adalah perempuan yang menarik, awal pertama melihatnya
pun bukan karna kecantikan dia yang membuat saya ingin jadi pasangan dia. Karena
sifat, semangat dan senyumnya yang membuat saya merasa jatuh cinta terhadap
dia.
Saya ingin selalu membahagiakan dia, dia adalah perempuan yang menarik,
begitu menariknya sampai saya ingin memberikan apa saja untuk dia, sesuai
dengan kemampuan saya pastinya, hehe, hehe, hehe. Saya ingin membahagiakan dia,
dan saya ingin membuat dia bangga terhadap saya.
Banyak hal dan banyak kenangan tentang dia, dia juga motivasi saya,
motivasi untuk menjadi lebih, lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Dia mengenal
saya bukan dari apa yang saya miliki sekarang ini, tapi dari saya baru lulus
sekolah, saya masih pengangguran, belum mempunyai uang lebih untuk bisa buat
dia senang.
Saat orang lain atau pasangan lain jika ingin pergi, mereka menaiki
motor, saya hanya menggunakan bis, orang lain bisa menonton film di bioskop. Saya
tidak bisa melakukannya pada saat itu, dan lain – lainnya, saya tidak bisa
melakukan itu semua, karena memang tidak mempunyai uang untuk membuat dia
senang.
Dahulu saya dan dia jika ingin berpacaran, ya hanya di sekolahnya saja,
mungkin main ke mall, tapi makan saja tidak, hanya melepas rasa haus, yang
penting bisa bertemu dan melepas kangen. Sebenarnya saya ingin mengantarkan dia
pulang sampai ke rumahnya, namun dia melarang, Karena jauhnya rumah dia, dan
jika naik kendaraan umum akan sangat melelahkan, saya pun bisa main ke rumahnya
karena meminjam motor dengan teman saya
Dari hal seperti itu, yang membuat saya termotivasi untuk serius bekerja.
Saya ingin mempunyai motor, saya ingin mengajak dia jalan – jalan, saya ingin
mengajak dia makan bersama, saya ingin mebuat dia senang, bahagia dan saya
ingin memberikan segala hal yang dia inginkan. Dan akhirnya saya memulai serius
bekerja, pada saat itu saya bekerja di Pizza Hut Delivery, saya menjadi
pengantar pizza pada saat itu, dan seperti biasanya, sebagai anak baru, saya
menjadi bahan untuk bekerja ”lebih ekstra”. Saya hanya bisa bersabar, dan
akhirnya berbuah, dan pada akhirnya saya diangkat menjadi karyawan kontrak,
yang awalnya saya hanya sebagai part timer. Dan akhirnya saya menjadi senior
juga, hehe, hehe, hehe.
Saya ingat pada saat itu saya tidak mempunyai gaji yang jelas, karena
sebagai part timer, sekitar Rp. 500 ribu sampai Rp. 700 ribu rupiah saya
dapatkan perbulannya. Namun saya berani untuk mengambil kredit motor, yang perbulannya
mencapai Rp. 687.500. Saya hanya bisa mengandalkan uang tip, dan saya pun lebih
sering tidak jajan, untungnya saya di berikan makan gratis dari tempat saya
bekerja.
Saya merasakan beratnya menjadi seorang delivery, tidak kenal panas,
hujan, badai, angin kencang, banjir, macet, pesanan harus sampai ke tempat
pelanggan pada waktu yang sudah di tentukan. Rasanya penuh tekanan, namun saya
mencoba mengambil pemikiran positif. Saya pernah di pindahkan di tiga outlet,
yang terakhir saya bekerja di outlet margonda, karena jauhnya perjalanan, dan
merasa tidak nyaman dengan management di sana,
akirnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja.
Total saya hampir dua tahun bekerja di sana, dan Tidak terasa satu setengah
tahun pun sudah saya lewati sejak saya mengambil kredit motor, motor saya pun
lunas, rasanya saya senang sekali, punya motor sendiri, dengan biaya sendiri,
dan bisa mengajak dia berpergian. Dia orang yang saya sayangi, saya cintai,
saya tidak tahu apakah kelak dia akan menjadi pasangan hidup saya atau tidak. Namun
saat ini dia lah pendamping hidup saya.
Saya sangat bahagia saat ini, memiliki keluarga yang benar – benar
menyayangi saya, mempunyai kakak yang sangat sabar menghadapi saya,
mempunyai teman – teman yang selalu
siap untuk membantu saya, mempunyai kekasih yang selalu menjadi tujuan saya untuk
semangat bekerja dan belajar. Mungkin ini yang namanya bersyukur atas segala
nikmat, saya sangat bahagia, bahagia dan bahagia.
Itulah sebagian kecil dari kehidupan saya. Saya bukan berasal dari orang
besar dan keluarga kaya. Namun saya bisa menjadi orang besar, mencintai dan
membahagiakan keluarga dan orang – orang yang sayangi. Selalu berusaha untuk
menjadi manusia yang kaya, kaya iman, kaya kebaikan, dan kaya harta. Satu yang
menjadi pedoman hidup saya, segala hal sudah di nasibkan atau di tentukan
kepada masing – masing manusia, tinggal saya mencari jalan untuk menemukan
nasib – nasib yang baik, dan percaya, bonus akan selalu ada untuk saya, yang
terlihat maupun tidak.